Ada yang aneh. Ibu atau ayah kita yang dulu enggan pakai smartphone, sekarang malah asyik berjam-jam berbisik dengan layar. Bukan dengan anak atau cucu. Tapi dengan sebuah asisten kesehatan digital. Mereka curhat tentang sakit punggung, tanya soal obat, bahkan cerita rasa kesepian. Dan mereka dapat balasan cepat. Solutif. Tanpa tatapan mata yang menilai. Ini paradoks …








